Disusun Oleh:
Nama : Noviandra Puta
Kelas : 3ID03
NPM :
38414062
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pada awalnya, teknologi memang
diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia. Namun seiring perkembangannya,
siap atau pun tidak siap kita akan dihadapkan pada beberapa dampak negatif dari
teknologi itu sendiri. Tentu kita tidak mengesampingkan berbagai manfaat yang
dapat kita rasakan dari perkembangan teknologi dalam kehidupan kita.
Perkembangan dan kebebasan media massa
adalah tolak ukur kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Peningkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini
memberikan berbagai banyak kemajuan teknologi yang memungkinkan anak-anak usia
sekolah memperoleh fasilitas yang serba canggih. Anak-anak sekarang sejak dini
sudah mengenal HP,Camera dan berbagai peralatan yang sangat jauh dengan jaman
dahulu. Kemajuan yang demikian cepat juga ditengarai membawa dampak negatif
seperti tersedianya informasi negatif melalui media masa dengan teknologi yang
sulit untuk dihindari.
Kemajuan
teknologi seharusnya memang memberikan dampak positif terhadap perkembanga anak
sekolah, tetapi tidak dapat dipungkiri akhir-akhir ini malah perkembangan
teknologi itulah yang membawa dampak negative yang paling besar. Diharapkan
dengan pemahaman terhadap teknologi yang benar, anak sekolah khususnya dapat
memamfaatkan teknologi dengan baik.
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun
rumusan masalah adalah sebagai berikut :
2.
Bagaimana dampak positif dari Perkembangan Teknologi Terhadap Pelajar?
3.
Bagaimana dampak negatif dari Perkembangan Teknologi Terhadap Pelajar?
1.3 Tujuan Penulisan
Berikut
merupakan tujuan penulisan ini :
1. Untuk
menjelaskan definisi
teknologi menurut para ahli.
2. Untuk
menjelaskan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan anak sekolah.
3. Untuk menjelaskan
positif teknologi terhadap dunia pendidikan anak sekolah.
4. Untuk menjelaskanpengaruh negatif
teknologi terhadap dunia pendidikan anak sekolah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Perkembangan IPTEK Menurut Ahli
Berbagai kenyataan modernitas dan ketersediaan
IPTEK faktanya tidak sulit bahkan setiap hari disediakan baik oleh keluarga,
masyarakat dan juga dunia informasi. Maraknya dunia periklanan memaksa
informasi beredar lebih mudah, lebih bebas dan juga lebih merangsang rasa ingin
tahu, rasa ingin mencoba sebagai akibat publikasi yang memang dirancang baik oleh
para ahli komunikasi dengan biaya yang mahal dan dengan dampak meluas dan
mendalam.
Jacob T (2006:35) mengatakan
berorientasi pengajaran sebaiknya ditujukan pada : Penguasaan bidang disiplin
yang menjadi dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi, penguasaan penyajian
materi ilmu pengetahuan dan tekologi, dan penguasaan cara belajar yang tepat,
sedangkan orientasi pendidikan ditujukan pada pembinaan sikap ilmiah, budi
pekerti, sopan santun,Moral dan kepribadian.
Sehubungan dengan hal
tersebut,guru mempunyai peranan penting dalam memilih dan menggunakan media
yang canggih tersebut agar pengaruh negatifnya tidak sampai kepada siswa. Guru
sebagai tenaga profesional dibidang pendidikan, disamping harus memahami
hal-hal yang sifatnya teknis, terutama mengelola dan melaksanakan pembelajaran.
Sudirman (2001:61)
mengatakan "guru paling tidak harus memiliki dua modal dasar yaitu
kemampuan mendesain program dan keterampilan mengkomunikasikan program itu
kepada anak didik dalam mengelola interaksi belajar mengajar" Kemampuan
mengelola dan melaksanakan pembelajaran harus dimiliki guru untuk peserta
didik. Sebagai konsekuensi guru harus mampu melaksanakan program pembelajaran.
Tidak bisa di pungkiri
bahwa teknologi pendidikan adalah pengembangan, penerapan dan penilaian
sistem-sistem, teknik dan alat bantu untuk menunjang proses belajar Siswa.
Syaiful Bahri Djamarah (2006:10) mengemukakan bahwa belajar adalah proses
perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan
adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan
maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Teknologi
pendidikan merupakan pemikiran yang sitematis tentang pendidikan, yang akan
dilakukan,yang dapat dilakukan dengan alat-alat komunikasi modern.
Menurut Iskandar Alisyahbana Teknologi telah dikenal
manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih
nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya
telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi” belum digunakan. Istilah
“teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi
secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian
teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi
kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan
memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra
dan otak manusia.
2.1 Perkembangan
IPTEK dalam Dunia Pendidikan
Menghadapi abad ke-21, UNESCO melalui “The International Commission
on Education for the Twenty First Century” merekomendasikan Pendidikan yang berkelanjutan (seumur
hidup) yang dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran,
yaitu : Learning to know (belajar untuk menguasai pengetahuan), learning to do (belajar
untuk mengetahui keterampilan), learning to be (belajar untuk mengembangkan diri), dan Learningto live together (belajar
untuk hidup bermasyarakat), untuk dapat mewujudkan empat pilar pendidikan di
era globalisasi informasi sekarang ini, para guru sebagai agen pembelajaran
perlu menguasai dan menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
pembelajaran.
Hal yang paling
mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau
pengajaran Maya, yaitu proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan
internet. Istilah lain yang makin populer saat ini ialah e-learning yaitu
satu model pembelajaran dengan menggunakan media Teknologi Komunikasi dan
Informasi khususnya Internet. Menurut Rosenberg (2001), e-learning merupakan
satu penggunaan Tekonologi Internet dalam penyampaian pembelajaran dalam
jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria, yaitu:
1.
E-learning merupakan
jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan
membagi materi ajar atau Informasi,
2.
Pengiriman sampai kepengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan
teknologi Internet yang standar,
3.
Memfokuskan pada
pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran
tradisional.
Robin Paul Ajjelo juga mngemukakan
secara ilustratif bahwa di masa-masa mendatang isi tas anak sekolah bukan lagi
buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi berupa:
1. Komputer
notebook dengan akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi
belajar yang berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau di dengar, dan
dilengkapi dengan kamera digital serta perekam suara.
2.
Jam tangan yang dilengkapi dengan data pribadi, uang
elektronik, kode security untuk masuk rumah, kalkulator dan sebagainya.
3.
Videophone bentuk saku dengan perangkat lunak, akses
internet, permainan, musik, dan TV.
4.
Alat-alat musik.
Namun demikian, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak boleh
lupa bahwa Teknologi itu tidak hanya mendatangkan manfaat positif, melainkan
juga akan dapat mendatangkan dampak negatif, inilah yang harus tetap kita
waspadai. Mengingat saat sekarang ini sering kita jumpai dimana-mana banyak
para pelajar dan mahasiswa yang sering menggunakan fasilitas Teknologi tidak
sesuai dengan yang diharapkan, sehingga hal ini dapat mendatangkan dampak yang negative.
2.3 Dampak
Positif IPTEK terhadap Lingkungan Pendidikan Anak
Lingkungan pendidikan anak usia sekolah saat ini, tidak akan
terlepas dari pengaruh perkembangan IPTEK. Pendidikan yang diterapkan di
sekolah-sekolah saat ini dapat dipermudah dengan menggunakan teknologi modern.
Tetapi, berbagai dampak negative juga sering muncul seirng perkembangan
teknologi yang pesat saat ini. Berikut merupakan beberapa dampak positif perkembangan
IPTEK terhadap lingkungan belajar anak sekolah :
1. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan Teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan Teknologi bisa dibuat abstrak, dan dapat dipahami secara mudah oleh siswa.
1. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan Teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan Teknologi bisa dibuat abstrak, dan dapat dipahami secara mudah oleh siswa.
2. Sistem
pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Selama ini, proses pembelajaran
yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang disampaikan hanya dengan tatap
muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi, proses pembelajaran
tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan
jasa pos Internet dan lain-lain.
3. Munculnya Media Massa, khususnya Media elektronik sebagai sumber ilmu dan
pusat Pendidikan. Seperti jaringan Internet, Lab. Komputer Sekolah dan
lain-lain. Dampak dari hal ini yaitu guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu
pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap
Informasi yang diajarkan oleh guru, tetapi juga bisa mengakses materi pelajaran
langsung dari Internet.
4. Adanya sistem pengolahan data hasil
penilaian yang menggunakan pemamfaatan teknologi. Setelah adanya perkembangan
IPTEK, semua tugasnya yang dulunya dikerjakan dengan manual dan membutuhkan
waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu
dengan menggunakan media teknologi, seperti Komputer, yang dapat mengolah data
dengan memamfaatkan berbagai program yang telah di installkan.
5. Pemenuhan kebutuhan akan fasilitas
pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat. Perkembangan teknologi semuanya itu
dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat. Khususnya dalam kegiatan
pembelajaran, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan
IPTEK, yaitu :
a.
Pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik.
b.
Dapat menjelaskan sesuatu yang sulit / Kompleks.
c.
Mempercepat proses yang lama.
d.
Menghadirkan peristiwa yang jarang terjadi.
e.
Menunjukkan peristiwa yang berbahaya atau diluar jangkauan.
2.4 Dampak Negative IPTEK terhadap Lingkungan Pendidikan Anak
Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh
perkembangan IPTEK, juga akan muncul dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh
perkembangan IPTEK dalam proses pendidikan, antara lain:
1. Siswa menjadi malas
belajar
Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa
dalam belajar, seperti Laptop dengan jaringan internet, ini malah sering
membuat siswa menjadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang
menghabiskan waktunya untuk internetan yang hanya mendatangkan kesenangan
semata, seperti Facebook, Chating, Friendster dan lain-lain, yang semuanya
itu tentu akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa.
2. Terjadinya pelanggaran Asusila.
Sering kita dengar di berita-berita, dimana terjadi pelaku
pelanggaran asusila dilakukan oleh seorang pelajar terhadap pelajar lainnya,
seperti terjadinya tawuran antar pelajar, terjadi priseks, pemerkosaan siswi
dan lain-lain.
3. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang
memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa
menjadi malas.
Dengan adanya fasilitas yang dapat digunakan dengan mudah dalam
proses pembelajaran, ini terkadang sering membuat siswa dan mahasiswa menjadi
malas dan merasa lebih dimanjakan.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan
dewasa ini berlangsung dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam
hitungan tahun, bulan, atau hari, melainkan jam, bahkan menit atau detik,
terutama berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi yang ditunjang
dengan teknologi elektronika. Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan,
termasuk bidang lingkungan pendidikan anak. Pengaruh perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat ini memberikan dampak positif dan
dampak negatif. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak positif
dengan semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan khusunya
lingkungan pendidikan dari dan ke seluruh dunia. Dampak negatifnya yaitu
terjadinya perubahan nilai, norma, aturan, atau moral kehidupan yang
bertentangan dengan nilai, norma, aturan, dan moral kehidupan yang dianut
masyarakat, khusunya lingkungan pendidikan anak sekolah. Menyikapi keadaan ini,
maka peran pendidikan anak di sekolah sangat penting untuk mengembangkan dampak
positif dan memperbaiki dampak negatifnya. Pendidikan tidak antipati atau
alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya
menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannya.
DAFTAR PUSTAKA
Ali,Muhammad
(2002). Guru dalam proses belajar mengajar. Sinar Baru Algesindo
: Bandung.
Arikunto Suharsimi, (2005), Dasar-dasar
Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara Jakarta.
Djahiri,Kosasih
(1990), Teori Ketrampilan Belajar dan Mengajar Menuju Guru Inkuiri yang
Reaktif Kamus besar Bahasa Indonesia (2008). Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta.
Hariningsih. 2005. Teknologi Informasi.
Penerbit Graha Ilmu.
Nasution, (2005). Teknologi
Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta.
Sadiman, Arif S. dkk (2005). Media
Pendidikan. Raja Grafindo, Jakarta.
Sanjaya,Wina (2006), Strategi
Pembelajaran. Kencana Jakarta.
Sudjana,nana
(2001). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja
Rosdakarya, Bandung.
Sudirman dkk (2005). Ilmu
Pendidikan. Rosdakarya Bandung.
Surakhmad
Winarno, (2002), Pengantar penilaian Ilmiah, Dasar metode Tehnik,
Tarsito, Bandung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar